Home >> Nasional >> Miris, 19,4% PNS Indonesia Tidak Setuju Dengan Pancsila

Miris, 19,4% PNS Indonesia Tidak Setuju Dengan Pancsila

pancasila-retak

Jakarta – Bhatara, Indonesia ialah sebuah Negara yang majemuk. Indonesia Terbentuk atas berbagai macam Suku, Ras, Agama, Budaya, Bahasa dan warna kulit. Segala aspek tersebut hanya dapat di satukan melalui Ideologi Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika nya.

Mengingat hal tersebut, sangatlah miris jika, masyarakat daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia sendiri menolak Pancasila.

Beberapa hari ini masyarakat di kagetkan dengan adanya temuan hasli riset dari Kementrian Dalam Negeri yang menyatakan bahwa, 19.4 % PNS di Indonesia tidak setuju dengan Idiologi Pancasila.

Seperti dilansir oleh CNNIndonesia, Diketahui, data Kemendagri itu merujuk pada hasil survei dari lembaga Alvara Strategi Indonesia yang terbit pada Oktober 2017. Isinya menyatakan bahwa 19,4 persen PNS menyatakan tidak setuju dengan Pancasila, dan lebih percaya dengan ideologi khilafah.

Selain persoalan PNS antipancasila, Bamsoet juga menyebut masalah masjid-masjid di kementerian, lembaga, BUMN, yang terpapar ideologi radikal.

Hal itu didasarkan atas pernyataan Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyebut 41 dari 100 masjid milik kementerian, lembaga, dan BUMN sudah terpapar paham radikal. Rinciannya, 11 masjid di kementerian, 11 masjid di lembaga, dan 21 masjid milik BUMN.

Dikutip melalui laman Kompas.com, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait data Kementrian Dalam Negeri yang menyebut 19,4 persen Pegawai Negeri Sipil ( PNS) adalah anti- Pancasila.

Menurut Dedi, sebaiknya pegawai yang termasuk ke dalam data tersebut agar dipecat dan dicabut statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara ( ASN). “Menolak Pancasila itu tidak boleh menjadi PNS. Saya kira, pemerintah harus memberhentikan siapapun pegawai yang tidak setia terhadap Pancasila dan UUD 1945. Ingat, PNS itu terkait erat dengan sumpah jabatan,” kata Dedi, Senin (19/11/2018).

Menurut dia, hal ini sekaligus menjadi penegas bahwa ASN bukan sekedar pegawai, akan tetapi juga sebagai penjaga ideologi kebangsaan. Ciri dan mental ideologi Pancasila, kata dia, harus melekat dalam diri mereka.

 

 

[ftr]

Facebook Comments

Baca Juga!..

sri

Tiap Ada PSBB, Pendapatan Pajak Tertekan

  Bekasi-Bhatara, Pendemi virus corona (Covid-19) telah menekan pendapatan negara terutama dari sisi perpajakan, Menteri ...

Mulai Hari ini, KRL Beroperasi Normal

Mulai Hari ini, KRL Beroperasi Normal

Jakarta – Bhatara, Mulai hari ini senin, 19 Oktober 2020, pengguna Transportasi Umum Kereta Api dapat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *