Home >> Ekonomi >> Lahan Belum di Ganti Rugikan, Jokowi Tunda Peresmian Jembatan

Lahan Belum di Ganti Rugikan, Jokowi Tunda Peresmian Jembatan

 

Foto: Arief Budi Mulyanto, birokompu kementerian PUPR

Bekasi – Bhatara, Jembatan Holtekamp di Papua sedianya akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun sayangnya hal itu belum bisa direalisasikan. Demikian jawaban Staf Khusus Presiden untuk urusan Papua, Lenis Kogoya beberapa waktu lalu.

Sebagaimana dikutip dari Detik Finance, Penyebab jembatan tersebut tidak bisa diresmikan Jokowi, karena persoalan kepemilikan lahan. Kepala Biro Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja mengungkapkan Jembatan Holtekamp di Papua belum bisa diresmikan oleh Presiden Jokowi karena persoalan lahan.

“Iya (Holtekamp belum bisa diresmikan), karena masalah tanah. Holtekamp itu kan ada bentang utama, ada jalan pendekat, dan jalan akses. Kalau fisiknya sudah selesai. Bentang utama, jalan pendekatnya sudah. Yang belum itu jalan akses,” ungkapnya.

Endra menjelaskan, ada sebagian lahan di jalan akses yang belum dibayar ganti ruginya ke masyarakat. Hal itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jayapura. Sejatinya konstruksi Jembatan Holtekamp sudah selesai dikerjakan, bahkan sudah bisa digunakan. Karena itu, peresmian hanya tinggal menunggu penyelesaian pembayaran lahan.

“Jalan akses itu bukannya belum selesai, tapi ada sebagian yang belum diselesaikan pembayaran tanahnya. Itu tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, Jayapura. Itu komitmen daerah untuk menyelesaikan. Konstruksi sudah selesai, itu jembatan sudah bisa digunakan. Cuma ada pembayaran tanah, saya lupa berapa banyak bidangnya, tapi itu kira-kira Rp 26 miliar,” jelas Endra.

Endra S Atmawidjaja juga menambahkan bahwa permasalahan lahan ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jayapura. Mereka diharapkan bisa segera menyelesaikan persoalan ini. Endra menjawab pihaknya percaya bahwa hal ini bisa diselesaikan secepatnya agar proyek jembatan ini bisa cepat diresmikan.

“Kita harapkan Pemprov dan Pemkot segera bisa menyelesaikan sengketa lahan. Karena ini kan sudah jadwalnya ya, harusnya ini kan Agustus-September sudah bisa selesai. Jadi tinggal pembayaran tanah itu saja. Itu kita percaya Pemprov dan Pemkot bisa selesaikan,” tambahnya ketika diwawancarai pada Minggu (01/9).

 

(mncs)

 

Foto: Arief Budi Mulyanto, birokompu kementerian PUPR

Facebook Comments

Baca Juga!..

image_750x_5f82ddd2a230e

Pengusaha Travel Banting Stir Budidaya Anggrek Di Masa Pendemi

Bekasi-Bhatara, Di masa pendemi ini banyak orang yang mengeluh akan pendapatanya yang menurun ataupun terhenti ...

kkk

Omzet Pengusaha Ikan Koi Banyuwangi Meningkat Di Masa Pendemi ini

Bekasi-Bhatara, Dalam masa pendemi ini banyak perusahaan atau pengusaha mengalami penurunan daya jual kepada masyarakat. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *