Home >> Nasional >> Udara Jakarta Membaik Setelah Gajil-Genap Di Terapkan

Udara Jakarta Membaik Setelah Gajil-Genap Di Terapkan

foto20190307215605-news

Bekasi-Bhatara, Sepekan sudah pemerintah menerapkan uji coba ganjil-genap di DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Menilai udara Jakarta lebih sehat dari sebelum-sebelumnya sedangkan menurut data AirVisual, Kondisi udara Jakarta mengalami naik-turun.

 

sepekan telah melakukan pemantauan kualitas udara dari 2 SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara) oleh Dinas LH DKI Jakarta selama. Hasilnya, ada sejumlah penurunan tingkat polusi.

“Ini data hasil pemantauan kualitas udara di 2 SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara) setelah uji coba ‘gage’ (ganjil-genap) selama satu minggu kemarin, untuk Stasiun Bundaran HI terjadi penurunan 18,9 persen, untuk Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan 13,51 persen,” ucap Kepala Dinas LH Andono Warih dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).

SPKU Dinas LH DKI di Bundaran HI dan Kelapa Gading menggunakan PM 2,5. Makin tinggi nilainya, kian banyak polusi di lokasi tersebut.

Pada Stasiun Bundaran HI, hasil pemantauan sepekan sebelum uji coba ganjil-genap pada Senin (12/8) menunjukkan rata-rata nilai 63,29. Sedangkan sepekan setelah penerapan uji coba ganjil-genap atau sampai Sabtu (17/8), rata-rata nilainya 51,29. Jadi ada penurunan dengan rata-rata 18,9 persen.

Sementara itu, di Stasiun Kelapa Gading, sepekan sebelum uji coba ganjil-genap diberlakukan, rata-rata nilainya 56,06. Sedangkan sepekan setelah penerapan uji coba ganjil genap, nilainya 48,48. Jadi ada penurunan sebesar 13,51 persen.

Kendati begitu, Air Quality Index (AQI) indeks yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta mengalami kondisi naik turun. AQI AirVisual digunakan untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

AQI mempunyai rentang nilai 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Pada hari Selasa (13/8), kualitas udara Jakarta berada di 113 alias tidak sehat bagi orang yang sensitif. Lalu, pada Rabu (14/8) nilainya naik menjadi 122. Sedangkan pada Kamis (15/8) naik lagi menjadi 157 sehingga masuk dalam kategori tidak sehat. Nilai ini naik kembali pada hari Jumat (16/8) menjadi 158.

Namun, pada hari Sabtu (17/8), nilai ini turun menjadi 149. Kemudian, pada hari Minggu (18/8) kondisi udara Jakarta membaik dengan nilai 126. Tetapi kondisi kualitas udara Jakarta kembali memburuk pada Senin (19/8) dengan nilai 153.

 

 

 

 

 

 

 

 

( sumber : detiknews.com )

 

 

 

 

 

 

[ndi]
Facebook Comments

Baca Juga!..

is (1)

150 Hektar di kolaka terbakar

Bekasi-Bhatara, 150 hektar di Kolaka Timur terbakar petugas mengalami kendala saat memadamkan api karena kurangnya ...

perkuat-pengamanan-100-pasukan-brimob-polda-jatim-dikirim-ke-papua-ln4

Korps Brimob Polda KALBAR Kembali Mengirim 180 Anggota Ke Papua

Bekasi-Bhatara, Dalam operasi rangka aman di Nusa 1 BKO Polda Papua tahun 2019, kepolisian daerah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *