Home >> Kemasyarakatan >> Tiga Personel TNI Di Copot Jabatannya Gara-Gara Postingan Istri Di Media Sosial

Tiga Personel TNI Di Copot Jabatannya Gara-Gara Postingan Istri Di Media Sosial

879896_720

Bekasi-Bhatara, Lantaran ulah istri mengunggah konten yang bernada negative di media sosial tiga personel TNI di beri sanksi dan hukuman disiplin

Tiga personel Tentara Nasional Indonesia ( TNI) mendapat saksi hukum dan dicopot dari jabatannya.

Istri ketiganya berujarr secara tidak pantas Terkait kasus penusukan teradap Wiranto Menteri Koordinator Bidang Politik.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menghukum dua personel TNI AD, yakni Kolonel HS dan Sersan Z.

HZ dan S dicopot dari jabatannya ditambah penahanan 14 hari.

Khusus HZ, diketahui dicopot dari jabatannya selaku Komandan Distrik Militer (Kodim) Kendari, Sulawesi tenggara.

Sementara, Sersan Z sebelumnya bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Andika, pencopotan kedua prajurit TNI tersebut telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara itu, Peltu YNS, seorang anggota Polisi Militer (POM) Angkatan Udara Lanud Muljono Surabaya, mendapat peringatan keras, dicopot dari jabatannya, dan ditahan.

Penyebabnya, FS, yang merupakan istri Peltu YNS, memposting pesan bernada hujatan di media sosial kepada Menko Polhukam Wiranto.

Melalui situs tni.au.mil.id, TNI Angkatan Udara menjelaskan bahwa TNI wajib netral dalam urusan politik.

Namun, netralitas itu juga berlaku melekat pada keluarga besar tentara (KBT), termasuk istri para personel TNI.

“Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara,” demikian situs TNI AU memberikan argumen.

Menurut penjelasan dalam situs tersebut, keluarga tentara yang kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Pelaporan polisi

Sementara itu, TNI juga melaporkan para istri perwira dan prajurit TNI tersebut ke polisi.

Masing-masing berinisial IPDL dan LZ.

Adapun, IPDL merupakan istri dari Komandan Distrik Militer Kendari Kolonel HS.

Sementara LZ adalah istri dari Sersan Dua Z.

Selain itu, istri Peltu YNS yaitu FS, dilaporkan ke Polres Sidoarjo.

Ketiganya dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketiganya dinilai melanggar pasal penyebaran kebencian dan berita bohong.

 

 

(sumber : Kompas.com )

 

[ndi]
Facebook Comments

Baca Juga!..

WhatsApp Image 2019-01-19 at 19.11.44

Bersama Warga, Babinsa Desa Kebumen Mendirikan Pos Kamling

Batang-Bhatara, Babinsa Desa Kebumen Koramil 12/tulis Kodim 0736/Batang Serda Wagimen bersama warga mendirikan Pos Keamanaan ...

WhatsApp Image 2019-01-20 at 12.10.04

Semarak Gowes Bareng Masyarakat Pati Dalam Rangka Kirab Adipura

Pati-Bhatara,Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati bersama segenap Forkopimda Pati bersepeda bersama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *