Quo Vadis Koperasi Indonesia?

koperasi indonesia

Opini

Mau (dibawa) ke mana Koperasi Indonesia?

Bekasi-Bhatara.

 Armada, salah satu Grup Band papan atas negeri ini pernah melambungkan sebuah lagu “Mau Dibawa Kemana Hubungan Kita?” Lirik lagu Armada tersebut begitu menggelitik pikiran saya saat membayangkan perjalanan panjang lahir dan bertumbuhkembangnya Koperasi Indonesia. Lalu, saya pun berimajinasi sedikit tentang “hubungan” yang dikisahkan pada lagu melankolis yang dengan sangat baik disenandungkan oleh Rizal sang Vokalis.

Hubungan yang saya bayangkan adalah antara Konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) dengan Rakyat Indonesia. Dalam lagu tersebut, Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 sedang bersedih hati dan menumpahkan curahan hati atau curhat seperti ini:

Semuanya telah kuberi dengan kesungguhan hati untukmu. Hanya untukmu.

Tak perlu kau tanya lagi siapa pemilik hati ini, kau tahu pasti dirimu.

Tolong lihat aku dan jawab pertanyaanku: “Mau dibawa kemana hubungan kita?”

Jika kau terus menunda-nunda dan tak pernah menyatakan cinta, mau dibawa kemana hubungan kita?

Ku tak akan terus jalani tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku…

Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 mengamanatkan: “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Sebagai dasar sekaligus payung hukum tertinggi pembangunan perekonomian Indonesia, pasal ini benar-benar diharapkan bertuah, sakti dan pasti menghadirkan “soko guru perekonomian” negeri indah, cantik, kaya raya dan penuh pesona ini. Founding Fathers Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentunya dan pastinya telah melakukan pengkajian yang sangat mendalam, bahwa ruh atau semangat inilah yang paling cocok dalam membangun perekonomian Bangsa Indonesia yang majemuk dan begitu kaya raya akan Sumber Daya Manusia beserta ragam budayanya.

Budaya Gotong Royong atau “Kegotongroyongan Sejati” seharusnya menjadi jiwa Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 ini. Prinsip sekaligus ciri khas kekeluargaan dan kebersamaan yang sarat dengan kepedulian dan empati, adalah salah satu gaya hidup warisan para leluhur yang penuh makna dan bernilai tinggi. Sejatinya, Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 sudah dan sedang dan diharapkan akan terus menuntun segenap Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke tanpa kecuali menjadi sebuah keluarga.

Kembali ke perjalanan panjang tumbuh kembangnya Koperasi Indonesia. Fakta dan realita, memang banyak sekali Koperasi yang berhasil membangun dirinya menjadi besar, kuat, kaya dan mapan. Entah itu Koperasi di bawah naungan perusahaan-perusahaan raksasa, Koperasi di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara maupun Koperasi lainnya yang berbasis teritorial atau kategorial. Juga fakta dan realita, bahwa sangat banyak juga Koperasi yang maju enggan mundur tak mau alias jalan di tempat, tidak bertumbuh kembang atau bahkan banyak pula Koperasi  yang hanya didirikan tanpa pernah beraktivitas menjalankan usaha bersamanya. Pun fakta dan realita, bahwa sangat semarak praktek-praktek jahat Koperasi yang tampil sebagai lintah darat, rentenir yang menghisap darah rakyat jelata yang menggunakan jasanya karena keterpaksaan dan atau keterbenturan.

Kabar gembira tentunya, bahwa Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) sangat serius memikirkan lalu mengeluarkan kebijakan demi kebijakan yang mendorong tumbuh kembangnya Koperasi secara sehat. Di tengah melandanya wabah Covid-19 saat ini pun, KemenKopUKM tetap dan terus merancang dan menajamkan strategi pengembangan Koperasi. Seperti diberitakan Kompas.com pada penghujung tahun 2020 yang lalu misalnya, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto menyampaikan bahwa pengembangan koperasi pada 2021 akan dilakukan dengan berbasis pada kawasan, komunitas dan komoditas. Sebagai lembaga ekonomi sekaligus sebagai lembaga sosial, Koperasi dapat tumbuh dan berkembang dari potensi anggotanya untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan dalam suatu wilayah atau daerah, berdasarkan produk unggulan lokal. Dijelaskan Rully, Koperasi juga dapat melakukan kerja sama antar koperasi, sehingga koperasi yang lebih besar dapat mendukung koperasi yang skala usahanya lebih kecil melalui kemitraan dan jaringan usaha. Inovasi koperasi juga dapat dilaksanakan dengan cara mengembangkan teknologi, pengembangan database UMKM anggota koperasi dan penguatan sistem pengawasan koperasi. Sebagai upaya mendukung proses digitalisasi, KemenkopUKM juga telah membangun Portal Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi (IDXCoop) yang telah dilaunching pada 19 November 2020 lalu, dan telah diakses sekitar 582 unit koperasi yang terigistrasi di www.idxcoop.kemenkopukm.go.id. Sebagai upaya pemerintah merespon dampak pandemi, KemenKopUKM juga telah menyalurkan bantuan permodalan kepada koperasi melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( LPDB-KUMKM).

Namun demikian, tetap saja pertanyaan refleksi ini dengan jujur harus didengarkan, direnungkan dan dijawab oleh segenap stake holder atau pemangku kepentingan Koperasi: “Sudahkah Koperasi menjadi soko guru perekonomian nasional? Sudahkah koperasi mensejahterakan para anggotanya dan menularkan kesejahteraan itu kepada anggota masyarakat?” Seandainya fakta dan realita menunjukkan jawaban “ya, sudah” maka bersukacitalah seluruh rakyat Indonesia. Bilamana jawabannya “belum”, maka mutlak harus dicari tahu “apa yang salah?” Mungkin saja banyak terjadi “putus mata rantai” di banyak tempat dan tema yang mutlak harus ditemukan penyebab paling mendasarnya lalu dirumuskan jalan keluarnya. Semoga. Selamat berefleksi di tahun baru 2021…

Penulis: Justin Budiantara      Editor: Gunari

Facebook Comments

Baca Juga!..

kkk

Omzet Pengusaha Ikan Koi Banyuwangi Meningkat Di Masa Pendemi ini

Bekasi-Bhatara, Dalam masa pendemi ini banyak perusahaan atau pengusaha mengalami penurunan daya jual kepada masyarakat. ...

jokowi

Presiden Jokowi Optimis RI Segera Recovery Ekonomi

Bekasi-Bhatara, Presiden Jokowidodo optimis RI akan pulih dari penurunan ekonomi akibat pendemi saat ini, perekonomian ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *