Home >> Nasional >> Presiden Jokowi Meminta Agar Vaksinasi Covid-19 Tidak Tergesa-Gesa

Presiden Jokowi Meminta Agar Vaksinasi Covid-19 Tidak Tergesa-Gesa

jokowi

Bekasi-Bhatara, Presiden Jokowi Dodo meminta agar Vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan tidak tergesa-gesa dan komunikasi yang baik agar tidak bernasib seperti Omnibus Law Cipta Kerja.

“Vaksin ini jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa kejadian kayak Undang-undang Cipta Kerja ini,” kata Jokowi dalam Ratas Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat Libur Panjang Akhir Oktober, Senin (19/10/2020).

Jajarannya di minta Jokowi mulai membangun komunikasi yang publik terkait vaksinasi,ia meminta jajarannya untuk menjelaskan soal status kehalalan, harga dan proses vaksinasi.

Jokowi juga mengingatkan soal persiapan teknis vaksinasi, misalnya dalam hal penyimpanan dan penyaluran vaksin secara aman.

“Hati-hati mengenai vaksin, bukan barang gampang ini. Setelah saya pelajari semakin hari semakin yakin tidak mudah,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi sendiri yang memberi target penyelesaian riset vaksin Covid-19. Pada Juli lalu, Jokowi meminta tim riset dari Universitas Padjadjaran merampungkan uji klinis fase III maksimal tiga bulan.

Permintaan itu pun ditolak oleh para ilmuwan. Ketua tim riset FK Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan ada standar dari WHO terkait pengujian vaksin.

“Karena kalau untuk uji klinis di medis itu ada tata cara yang sudah diatur oleh WHO. Harus begini, tidak boleh dipercepat atau nanti hasilnya tidak baik dan malah nanti vaksin ini tidak terpantau efek sampingnya dan kemudian manfaatnya,” ujar Kusnandi.

Pada bulan lalu, Jokowi kembali memberi target dua pekan soal vaksin Covid-19.

“Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin itu direncanakan secara detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail,” tutur Jokowi dalam rapat virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/09/2020).

Sejumlah epidemiolog menyebut vaksin Covid-19, dengan melihat tahapan uji klinisnya, mestinya baru siap pada 2021 agar bisa diketahui keamanannya.

Sebelumnya, Omnibus Law Cipta Kerja, yang merupakan usulan pemerintah dan disahkan DPR tanpa proses transparan, ditentang masyarakat sipil dan memicu demo ricuh.

 

 

 

 

( Sumber : Cnn.com )

 

 

 

[Nz]
Facebook Comments

Baca Juga!..

Mulai Hari ini, KRL Beroperasi Normal

Mulai Hari ini, KRL Beroperasi Normal

Jakarta – Bhatara, Mulai hari ini senin, 19 Oktober 2020, pengguna Transportasi Umum Kereta Api dapat ...

unnamed

Pembangunan MRT Fase II Terancam Mundur Karena Beberapa Faktor

Bekasi-Bhatara, Pembangunan MRT fase kedua terancam mengalami kemunduran akibat beberapa kendala dan risiko yang tinngi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *