Home >> Ekonomi >> Pengusaha Travel Banting Stir Budidaya Anggrek Di Masa Pendemi

Pengusaha Travel Banting Stir Budidaya Anggrek Di Masa Pendemi

bupati-anas_169

Bekasi-Bhatara, Di masa pendemi ini banyak orang yang mengeluh akan pendapatanya yang menurun ataupun terhenti dalam bidang ekonomi akan tetapi Bagi orang-orang yang kreatif dalam masa pendemi ini bukanlah akhir segalanya mereka terus mencoba dan mencoba sampai bisa menghasilkan apa yang di rencakannya berhasil,
Contoh prinsip seorang warga Banyuwangi, Rohiman(45), untuk terus bertahan di situasi seperti ini ia tidak menyerah, Rohiman beserta keluarga justru berinovasi membuka membuka budidaya Anggrek dengan melibatkan keluarganya ataupun warga sekitar yang ingin bergabung.

Usaha travel yang selama ini digeluti Rohimah bersama keluarganya jatuh terpuruk saat pandemi tiba. Yang biasanya melayani orderan wisata manca negara, kini usahanya mandeg.

“Kami sebenarnya yakin, bahwa jasa travel suatu saat akan pulih kembali, namun kan roda ekonomi keluarga harus terus berjalan. Maka, kami berputar otak mencari peluang lain,” jelas Rohimah kepada detikcom, Minggu (11/10/2020).

Mereka pun lalu menjajal pembudidayaan anggrek. Selain karena penggemar anggrek, Rohimah melihat kondisi pandemi yang membuat orang harus banyak tinggal di rumah menjadikan berkebun sebagai salah satu cara orang untuk membunuh waktu luangnya.

“Membudidayakan Anggrek jadi pilhan kami. Selain tanaman yang sedang dicari orang, saya pikir tanaman yang berbunga pasti akan lebih diminati orang. Berbekal hobi merawat anggrek, kami pun lalu bertekad mulai menekuni ini sejak Juni 2020 lalu,” kata dia.

image_750x_5f82ddd2a230e

Tinggal di lingkungan yang sejuk di kaki Gunung Raung, tepatnya di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, membudiyakan Anggrek sangatlah tepat. Apalagi, Rohimah bersama keluarganya memiliki lahan yang luas di daerah tersebut.

Maka, sejak Juni 2020 mulailah mereka melakukan usaha pembudidayaan. Berbagai jenis Anggrek mulai dikembangkan, seperti dendro, cataleya, bulan, tanah dan panda. Juga dikembangkan budidaya anggrek hutan endemis Raung yang jumlahnya mencapai 27 spesies.

Meskipun baru dimulai, namun sudah banyak konsumen yang tertarik dengan angrek-anggreknya. Ada yang membeli bibit hingga yang sudah berbunga. Mereka juga datang dari Lombok, Surabaya, dan Jakarta.

Dalam pembudidayaan ini, Rohimah memberdayakan warga sekitar lewat proses pembibitan. Warga dilibatkan untuk perawatan dan pembesaran bibit dalam pot, yang jumlahnya mencapai ribuan pot.

 

“Kami menitipkan ke warga sekitar untuk pembesaran bibit, nanti kami berikan upah pembesarannya. Mereka juga kami beri kesempatan untuk ikut menjual tanaman anggrek yang ada disini,” terangnya.

Saat ini, kata dia, mereka dibantu laboratorium dari Malang untuk pengembangan varietas anggrek. Menurutnya, ini diperlukan, karena ke depan mereka tidak sekadar melakukan budidaya, namun tempat ini juga akan menjadi pusat edukasi anggrek yang bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya.

Harapan kami, di sini jadi tempat rehabilitasi tanaman anggrek hingga menjadi museum anggrek spesies Raung ,”cetusnya.

Ke depan Rohimah memiliki impian untuk menjadikan desanya sebagai kampung anggrek. Dimana setiap rumah bisa menjadi pembudidaya anggrek dan menjulanya kepada konsumen.

“Harapan kami kampung kami ini bisa menjadi sentra anggrek yang menjadi jujugan orang dari manapun untuk mencari anggrek. Sehingga kami semua bisa maju dan sejahtera bersama,” ungkapnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas berkesempatan menengok area pembudidayaan anggrek mereka di desa Jambewangi Kecamatan Sempu. Dia mengapresiasi kepada Rohimah keluarga yang tidak menyerah dengan keadaan. Justru mampu berinovasi melalui potensi yang dimilikinya hingga menjadi sumber ekonomi.

“Bu Rohimah ini contoh pelaku usaha yang gigih dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Sangat inspiratif untuk ditiru oleh pelaku usaha lainnya yang terdampak pandemi,” ujar Bupati anas.

Anas pun meminta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi untuk terus melakukan pendampingan. “Dinas Pertanian tolong memfasilitasi apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Terutama pemasaran produknya,” kata Anas.

 

 

 

(Sumber : Detik.com)

 

 

 

[Nz]
Facebook Comments

Baca Juga!..

plts

PT Bukit Asam Akan Membangun PLTS Di Lahan Bekas Tambang

Bekasi-Bhatara, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan terdapat potensi energi dari lahan bekas tambang di ...

besek

Besek Bambu Unik Meraup Jutaan Rupiah Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bekasi-Bhatara, Besek atau wadah yang terbuat dari bambu yang terbilang tidak memiliki harga jual tinggi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *