Home >> Ragam >> Pemkot Kota Makasar Kelola Sampai Lewat Sistem Berbasis IT Yang Di Namakan Dengan Octopus

Pemkot Kota Makasar Kelola Sampai Lewat Sistem Berbasis IT Yang Di Namakan Dengan Octopus

053048000_1569894091-New_Project__6_

Bekasi-Bhatara. Pemerinta kota (Pemkot) Makasar telah mengelola Sampah Non-organik memlalui system aplikasi yang di kenal deengan nama Octopus, pemerintah kota telah menandatangani nota kesepakatannya dengan PT. Daur ulang industri Terpadu Lewat aplikasi berbasis IT, Octopus.

Kerjasama ini sebagai bentuk penanganan sampah sampah Non-organik di Kota Makasar memlalui system IT tersebut.

Aplikasi tersebut di klaim mendukung kinerja Bank Sampah di kota Makasar yang menghubungkan antara, pemulung, dan penngepul.

Terpadu ‘’kerjasama ini sebagai bentuk pemberian dukungan pada program pemerintah berkaitan dengan pelaksanaan bank sampah di Kota Makassar” ungkap Andi Moehammad Ichsan, Selaku Direktur PT. Utama Daur Ulang Industri Terpadu.

“Aplikasi  berbasis IT berperan sebagai penghubung antara pengguna sampah secara langsung, kurir sampah plastik, serta unit bisnis sampah,” ujar Andi melalui keterangan resminya, Selasa (1/10/2019).

Ia menambahkan, Octopus juga bekerjasama dengan Yayasan Peduli Pemulung yang memiliki 964 pemulung terdaftar dan terverifikasi yang nantinya bersama-sama dengan satgas kebersihan Kota Makassar akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan sebelum menjadi scavengers dari Octopus.

“Octopus pun telah bekerjasama dengan Yayasan Lestari Mulia dalam hal pelatihan serta pendampingan teknologi dan kognitif bagi para calon scavengers Octopus,” ucapnya

Mengenal Octopus

Octopus adalah aplikasi distribusi sampah yang mendukung kinerja bank sampah milik Pemerintah Kota Makassar untuk mereduksi sampah non-organik yang sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dalam prosesnya, Octopus melakukan standarisasi jenis, kondisi, dan timbangan sampah non-organik sehingga memberikan keuntungan bagi semua pihak dari mulai masyarakat, pemulung, dan unit bisnis sampah.

Hingga saat ini Octopus telah memiliki 301 volunteers yang nantinya akan melakukan pendampingan kepada pemulung dan Satuan Tugas (Satgas) kebersihan dalam menggunakan aplikasi Octopus.

 

(sumber : Liputan6.com)

 

[ndi]
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *