Home >> Tokoh >> pemilihan Wagub DKI Jakarta Yang Berulang Kali Di Undur Dari Jadwal Yang Sudah Di Tentukan

pemilihan Wagub DKI Jakarta Yang Berulang Kali Di Undur Dari Jadwal Yang Sudah Di Tentukan

Rapat-paripurna-Internal-DPRD-DIY-foto-3

Bekasi-Bhatara, Wakil Ketua Pansus Pemilihan Wagub DKI, Bestari Barus menjelaskan alasan penundaan paripurna pasalnya rapat paripurna yang seharusnya di gelar hari ini di tunda.

 

’’Masih akan menunggu penjadwalan Rapimgab dari sekwan,’’ ucap Bestari Barus kepada awak media pada senin (22/7/2019).

 

Pemimpinan DPRD DKI harus menggelar Rapimgab untuk mengesahkan draf tata tertib pemilihan wagub untuk kemudian di sahkan lewat paripurna, tetapi rapat pimpinana gabungan DPRD DKI Jakarta ini sudah di undur beberapa kali dari waktu yang sudah di tentukan.

 

Rapimgab awalnya sudah di jadwalkan pada hari rabu (10/7) tetapi di tunda menjadi hari senin (15/7) karena banyak anggota dewan yang tidak hadir kemudian pada hari senin rapat di tunda lagi menjadi hari selasa (16/7) karena kelengkapan Dewan yang tidak hadir, pada hari selasa (16/7) rapimgab kembali di undur.

Pansus DKI menyebut Sekertaris Dewan tidak mengatur jadwal dengan baik sehingga sebagian pimpinan yang datang.

 

“setelah ada rapimgab, itu untuk laporan akhir dan persetujuan untuk laksanakan paripurna pengesahan tata tertib dan pembentukan panlih,” jelas Bestari.

 

Bestari pun kemudian menyebut sejumlah alasan mengapa rapimgab DPRD DKI terus di undur hingga tiga kali, dia mengatakan ketidakhadiran pimpinan dan anggota dewan membuat Rapimgab selalu batal.

 

 

“Saya ingetkan bahwa PKS kan punya pimpinan (Wakil Ketua DPRD, Triwisaksana), Demokrat sudah hadir, Gerindra (Wakil Ketua,DPRD, M Taufik) tolong hadirkan. Supaya Kuorun, ternyata tidak hadir,” ujarnya.

 

Selain itu, kata dia, ada kemungkinan isu politik uang yang di lemparkan PSI DKI Jakarta juga jadi penyebab molornya pemilihan wagub. Bestari menduga beberapa anggota DPRD DKI ingin memastikan kebenaran isu yang di sampaikan PSI.

 

“Maka PSI harus bertanggung jawab. Mungkin menurut saya akhirnya pmpinan,

‘coba kita buktikan dulu apa itu PSI buktuny.’ Bisa saja begitu, bisa saja, semua hal bisa,” kata dia.

 

Sumber detik.com

 

 

 

 

[ndi]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *