Home >> Nasional >> Negara Alami Kerugian Mencapai Rp 98 M Akibat Dari Faktur Pajak Fiktif

Negara Alami Kerugian Mencapai Rp 98 M Akibat Dari Faktur Pajak Fiktif

foto_20092014_2

Bekasi-Bhatara, Perpajakan dengan modus faktur fiktif yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 98 miliar lebih di ungkap oleh Ditreskrimsus Polda Jabar bersama Penyidik dari Kanwil Direktorat Jendral Pajak Jawa Barat.

Empat tersangka yang kini telah di amankan oleh kepolisian yakni AAP alias A, AS alias DAS, AP dan R.

“Para tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan, yaitu dengan sengaja menerbitkan dan atau mengedar dan menjual faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya”, ujar Wadir Reskrimsus Polda Jawa Barat AKBP Hari Brata.

“Pelanggar ini melakukan modusnya seolah-olah melakukan kegiatan pajak, atau kegiatan usaha dengan perusahaan fiktif. Kerugian ditaksir sekitar 98 miliar, jadi fee yang dikeluarkan negara yang diambil pelaku,” kata Hari dalam ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (18/11/2019).

Pelanggaran tersebut di di atur dan di ancam pidana dalam pasal 39A huruf a Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

 

Kabid Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat, Rustana Muhamad mengatakan “bahwa praktik tersangka ini dilakukan sejak Juli 2018 dengan membuat tiga perusahaan, yakni PT LSE, PT SPJ, dan PT PIK, guna menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya atau FPTBTS”.

“Bahwa kegiatan usaha PT LSE, PT SPJ, dan PT PIK adalah niaga bahan bakar minyak (BBM), namun kenyataanya perusahaan tersebut tidak memiliki izin untuk melakukan niaga BBM dari instansi yang berwenang, tidak memiliki gudang tangki penampung BNM, dan tidak pernah melakukan pembelian stok BBM solar untuk dijualbelikan,” katanya.

Dikatakan, untuk membuat atau mengunduh faktur pajak TBTS tersebut, tersangka AS dibantu AAP yang berperan sebagai operator pengunggah faktur pajak (TBTS) berbentuk elektronik.

Lebih lanjut, tersangka AS dan tersangka AAP kemudian menerbitkan pajak PT LSE, PT SPJ dan PT PIK yang digunakan sebagai pasokan pajak masukan kepada perusahaan penerbit faktur pajak TBTS, di antaranya PT KCE milik tersangka AP, PT GPI milik sodara SM (tersangka dalam berkas perkara terpisah yang ditangani direktorat penegakan hukum Dirjen Pajak) dan kepada PT BBM milik S alias E (dalam berkas perkara terpisah yang ditangani direktorat penegakan hukum) dengan bantuan tersangka R.

“Faktur Pajak PT LSE, PT SPJ dan PT PIK tersebut oleh tersangka AS alias DAS dan tersangka AAP alias A dijual kepada sesama penerbit faktur seharga antara 0,5 persen sampai dengan 1 persen, dari nilai PPN yang tercantum dalam faktur pajak,” katanya.

Selain pemasok faktur pajak masukan TBTS kepada sesama penerbit faktur pajak TBTS, tersangka AS alias DAS dan AAP alias A juga menerbitkan faktur pajak atas nama PT LSE, PT SPJ dan PT PIK kepada PKP pengguna faktur pajak TBTS seharga 5 persen hingga 8 persen dari nilai PPN yang tercantun dalam faktur pajak.

 

Atas perbuatannya tersebut , AAP alias A, AS alias DAS, AP dan R diancam pidana dalam Pasal 39 A huruf A Junto pasal 43 ayat 1 UU 28 tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas UU no 6 1983 tentang ketentuan umum dan tatacara perpajakan, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UUD no 18 tahun 2019 junto pasal 64 kuhp untuk tahun pajak 2018 sampai 2019.

“Ancaman pidana paling singkat 2 tahun dan paling lama 6 tahun serta denda paling sedikit dua kali dan paling banyak 6 kali jumlah pajak dalam faktur pajak,” katanya.

 

( sumber : Kompas.com )

 

 

[ndi]
Facebook Comments

Baca Juga!..

ea16ad85dd82c5918ae7cb090d2197a0_1

Hutang Indonesia Bertambah Dalam 10 Bulan Terakhir

Bekasi-Bhatara, Dalam 10 bulan terakhir pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp 384,52 triliun. Angka ini ...

karopenas

Empat Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri Di Medan Menyerahkan Diri

Bekasi-Bhatara, Tersangka terkait peledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, telah menyerahkan diri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *