Home >> Ekonomi >> Maskapai Garuda Kesulitan dengan Utang

Maskapai Garuda Kesulitan dengan Utang

Foto: Ari Saputra

Bekasi-Bhatara, T Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berpotensi gagal bayar terhadap utang jangka pendeknya. Hal itu merupakan dampak dari penyajian ulang laporan keuangannya di 2018.

Seperti yang dikutip Detik.com, Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai ada masalah besar dari penyajian laporan keuangan GIAA 2018. Ada potensi pelanggaran (breach) atas utang jangka pendeknya.

“Masalah yang saya maksud terkait covenant yang breach sehingga utang jadi jatuh tempo,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/7).

Garuda, kata Frederik, memiliki utang jangka pendek yang memiliki 3 syarat kredit (covenant). Pertama, harus memiliki cash minimal 5% dari total aset.

Kedua, debt equity ratio (DER) harus maksimal 2,5 kali. Ketiga, ekuitas minimal US$ 800 juta.

“Nah karena ada restatement, maka ekuitas pada tahun 2018 hanya mencapai US$ 730 juta, sehingga covenant untuk utang jangka pendek breach,” tambahnya.

Sebelum dikoreksi kas nya Garuda mencapai cash 5,8% dari total aset. Sementara DER mencapai 2,0 kali dan ekuitas mencapai US$ 910.2 juta. Setelah restatement cash Garuda tetap 5,8% namun DER naik jadi 2,49 kali dan ekuitas hanya US$ 730,1 juta.

Menurutnya jika perusahaan tidak bisa menyelesaikan permasalahan itu, maka akan berat bagi keuangan perusahaannya ke depan. Bahkan bisa berpotensi gagal bayar.

“Jadi seharusnya fokus pada bisnis inti (core business) penerbangan baik passenger maupun cargo. Juga me-manage isu-isu seperti utangnya,” tutup Frederik.

Manajemen Garuda Indonesia telah menyampaikan permintaan keringanan syarat pinjaman (waiver) kepada salah satu kreditur. Waiver dikirimkan agar kreditur tidak tergesa menganggap Garuda Indonesia berpotensi gagal bayar utang (default) karena salah satu syarat kredit (covenant) tidak bisa dipenuhi perusahaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan satu waiver telah dialamatkan kepada Export Development Canada (EDC), karena perusahan tidak bisa memenuhi covenant kredit yang diajukan sang kreditur.

 

(mncs)

Facebook Comments

Baca Juga!..

a72e4dcb-e90c-4a9c-b853-9932f6d691bd_43

Pengrajin Batok Kelapa Dari Blitar Yang Mampu Menembus Pasar Dunia

Bhatara, Amir Daus sang pengrajin batok (tempurung kelapa) yang mampu menembus pasar dunia desain yang ...

budi-karya

Taksi Online Dan Konvesional Tidak Terkena Ganjil Genap?

Bekasi-Bhatara, Budi menjelaskan, hingga saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemprov DKI Jakarta terus berkomunikasi. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *