Home >> Pendidikan >> Kontroversi PPDB Pemerintah Kota Bekasi

Kontroversi PPDB Pemerintah Kota Bekasi

1-DSC_6851 bksi

Contoh foto

Bekasi-Bhatara, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan akan melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020 tingkat SMP se Kota Bekasi.

Namun, Kebijakan tersebut masih menyisakan kontroversi dan permasalahan. Hal itu menjadi sorotan pemerhati pendidikan dari Direktur Sosial dan Pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapulidi, Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S.

Tengku Imam Kobul Moh. Yahya mengatakan, dalam acuan dan petunjuk teknis PPDB Online Jenjang SMPN di Kota Bekasi Tahun Ajaran 2019/2020 masih menyisakan kontroversi. Menurutnya, ada dua hal yang menjadi kontroversi dan berujung menimbulkan masalah dalam PPDB kelak.

Pertama, Kata Imam Kobul tentang maksimal daya tampung siswa. Soalnya, menurut acuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, SMK jumlah siswa pada jenjang SMP maksimal 32 siswa per kelas. Sementara di Kota Bekasi menetapkan 36 siswa per kelas.

Dalam Pasal 4 ayat ayat (4) huruf c, disebutkan bahwa “jumlah daya tampung yang tersedia pada Kelas 1 SD, Kelas 7 SMP, dan Kelas 10 SMA/SMK sesuai dengan data Rombongan Belajar pada Dapodik.

Dimana di dapodik jumlah maksimal siswa per kelas untuk jenjang SD sebanyak 28 siswa per kelas, SMP 32 siswa per kelas, SMA/SMK sebanyak 36 siswa per kelas.

“Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah salah mempedomani aturan juknis PPDB 2019. Siswa jenjang SMP itu muridnya maksimal 32 siswa per kelas. Kenapa di Kota Bekasi menetapkan 36 siswa per kelas, kan kelebihan 4 siswa. Nanti di dapodiknya bagaimana, tentu harus memanipulasi menambah rombel, kalau tidak dapodik tidak bakalan terima itu siswa,” kata Tengku Imam Kobul Moh. Yahya S, Kamis, (13/6/2019)

 

(sumber : beritabekasi.co.id)

 

[ndi]

Facebook Comments

Baca Juga!..

download

Tak Hanya Untuk PPDB, Itu Tujuan Zonasi

Bogor-Bhatara, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud) Didik Suhardi mengungkapkan bahwa sistem zonasi ...

Presiden-Jokowi-saat-menghadiri-acara-Apresiasi-Kebangsaan-Siswa-Indonesia-di-Bogor

Presiden : Kita Bangsa Besar, Masa 5 Tahun Sekali Ribut Terus ???

Bhatara, Direktorat Pembinaan SMA dan SMK Kemendikbud menggelar acara Apresiasi Kebangsaan Siswa/Siswi Indonesia (AKSI) 2018 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *