Home >> Nasional >> Ketua MPR Ingatkan Pacasila Harus Mejadi Dasar Di Keluarga Dan Masyarakat

Ketua MPR Ingatkan Pacasila Harus Mejadi Dasar Di Keluarga Dan Masyarakat

365a198c-5d34-41d8-a5b7-44c8e29ecec6_169

Bekasi-Bhatara, Bambang soesatyo selaku Ketua MPR menekankan bahwa pancasila harus menjadi dasar nilai bagi pembentukan keluarga dan komuitas masyarakat.

Sehingga pancasila mejadi ideologi bangsa, dan negara akan menjadi tangguh dan kuat.

 

 

 

“Lingkungan keluarga dan komunitas masyarakat yang sehat juga dapat memperluas pemahaman dan kepedulian anak sambil belajar tentang nilai dan norma sosial lebih jauh. Dalam hubungan ini, Pancasila harus menjadi dasar nilai bagi pembentukan keluarga dan komunitas masyarakat. Sehingga, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara akan menjadi tangguh dan kuat,” ujar Bamsoet saat menghadiri Mubes Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Solo, Sabtu (16/11/2019).

 

Ibunda Presiden Jokowi Dodo, Sudjiatmi Widjiatno Notomihardjo; Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pertanian Yasin Limpo, serta Gubernur Sulawesi Selatan dan Walikota Makasar, ikut mehadiri acara Mubes KKSS yang berlangsung hingga senin (18/11).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengajak semua pihak kembali menumbuhkembangkan budaya malu, yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

 

lanjut Bamsoet, juga perlu ditumbuhkembangkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pemimpin. Baik di level formal maupun informal pada setiap lapisan masyarakat.

“Kita juga perlu menumbuhkan dan mengembangkan kembali kehidupan berbangsa yang berbudaya tinggi dengan menggugah, menghargai, dan mengembangkan budaya nasional yang bersumber dari budaya daerah. Untuk itu, diperlukan penghayatan dan pengamalan agama yang benar, kemampuan adaptasi, ketahanan dan kreativitas budaya dari masyarakat,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga menyadari, dalam interaksi sosial keseharian masyarakat, pasti tak terlepas dari potensi konflik. Namun demikian, masalah potensial yang dapat menimbulkan permusuhan dan pertentangan tersebut, sejatinya bisa diselesaikan secara musyawarah dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan sesuai dengan nilai agama dan luhur budaya.

“Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk atas dasar suku, budaya, ras, dan agama. Anugerah tersebut patut kita syukuri dengan cara menghargai kemajemukan sebagai kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia,” pungkas Bamsoet.

 

 

( sumber: detik.com )

 

 

[ndi]
Facebook Comments

Baca Juga!..

foto_20092014_2

Negara Alami Kerugian Mencapai Rp 98 M Akibat Dari Faktur Pajak Fiktif

Bekasi-Bhatara, Perpajakan dengan modus faktur fiktif yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 98 miliar lebih ...

cpns_ratio-16x9

Pendaftaran CPNS Di Buka Pada Tengah Malam Nanti

Bekasi-Bhatara, Lowongan Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (cpns) baru bisa melakukann pendaftaran nanti mamalam tepatnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *