Home >> Berita Foto >> Jiwasraya Ternyata Bermasalah

Jiwasraya Ternyata Bermasalah

Hasil gambar untuk dpr panggil ojk jiwasraya

Bekasi-Bhatara, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) buka-bukaan kepada kepada Komisi VI DPR RI terkait tunggakan polis. Manajemen yang saat ini mengakui salah satu penyebab tunggakan polis adalah lemahnya pengawasan.

Sebagaimana dilansir detik finance, Dalam bahan paparan yang disiapkan manajemen Jiwasraya ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI. Bahan itu menjelaskan terkait penyebab perusahaan tak mampu membayar premi hingga Rp 802 miliar.

Tunggakan premi itu berasal dari produk saving plan yang dikeluarkan perusahaan pada 2013. Sayangnya ada permasalahan dari penempatan dana produk tersebut di portofolio investasi.

Menurut manajemen dan Kementerian BUMN anak usaha yang akan disinergikan dengan BUMN lain itu bisa berdiri tahun ini. Namun hingga saat ini belum terealisasi lantaran belum dapat lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Masalah gagal bayar ini bisa saja karena pengawasan yang tidak mendalam terhadap internal perusahaan,” jelas manajemen dalam bahan paparan yang ditemukan di ruang rapat Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/7).

Manajemen juga mengakui salah satu penyebab masalah macetnya pembayaran premi produk asuransi tersebut adalah penurunan nilai portofolio sebesar 75%. Sementara sekitar 80% dari dana itu ditempatkan di pasar saham dan reksadana.

Nah yang menjadi persoalan adalah perusahaan tidak bisa mencairkan asetnya dalam bentuk saham lantaran nilainya mengalami penurunan akibat kondisi pasar. Saat ini perusahaan berencana untuk membayar bunga kepada 1.286 pemegang polis yang sudah jatuh tempo dengan nilai sebesar Rp 96,58 miliar.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana menyampaikan, bahwa Komisi VI akan mempertimbangkan untuk memanggil OJK.

“Kita lihat rapat nanti apakah perlu OJK dipanggil,” ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/7).

Komisi VI sendiri berencana akan kembali memanggil direksi Asuransi Jiwasraya pada 24 Agustus mendatang. DPR meminta agar manajemen menyiapkan strategi untuk keluar dari masalah yang berkelanjutan, baik jangka pendek, menengah dan panjang.

“Kita minta rencana yang lebih detail, lebih realistis,” tambahnya.

Sementara Anggota Komisi VI DPR RI Ihsan Yunus menilai kehadiran Jiwasraya Putra bisa menambah pemasukan bagi perusahaan.

“Jadi ada anak perusahaan, Jiwasraya putra. Dia punya potensial market Rp 5 triliun,” tutur Ihsan.

 

(mncs)

Facebook Comments

Baca Juga!..

hari-batik

Bertepatan Dengan Hari Batik Nasional, Sentra Kerajina Batik Ramai Di Kunjungi Wisatawan Asing

Bekasi-Bhatara, Bertepatan dengan Hari Batik pada tanggal 2 Oktober ini, sentra kerajinan Batik di Bali ...

beda-gaya-mulan-jameela-krisdayanti-saat-pembekalan-dpr-riasannya-simple-nude-flawless-2

LAGI – LAGI ARTIS JADI ANGGOTA DPR BARU

    BEKASI – BHATARA, Menjelang pelantikan Anggota DPR ternyata ada dua artis ternama yang menjadi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *