Home >> Peristiwa >> Habib Yang Di Sebut-Sebut Ninoy Sebagai Dalang, Buka Suara.

Habib Yang Di Sebut-Sebut Ninoy Sebagai Dalang, Buka Suara.

jjjj

Bekasi-Bhatara, Anda pasti tahu akhir-akhir ini ada sebuah kasus yang menjadi perbincangan di media sosial tentang penganiayaan yang di lakukan sekelompok orang yang di lakukan di sebuah masjid korbannya yang di sebut-sebut sebagai relawan Jokowi Dodo yaitu Ninoy Karundeng, Ninoy menyebut dalang dari penganiayaan dirinya itu yang di sebut-sebut seorang Habib. Habib tersebut mengklarifikasi soal penganiayaan tersebut ketika di wawancarai oleh wartawan awak media.

 

Ninoy Karundeng seorang pegiat media sosial sekaligus relawan Jokowi Dodo menyebut saat dirinya di aniaya ada keterlibatan seorang pria yang di panggil-panggil sebagai Habib, kejadian tersebut berlangsung di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Habib yang di maksud tersebut adalah Irshad Ahmad, salah satu tersangka yang kini di tahan di Polda Metro Jaya.Irshad pun di wawancarai da buka suara, pada Senin (14/10/2019).

 

Irshad buka suara soal kasus penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Irshad mengakui pada 30 September 2019 pada waktu itu memang ia ada di masjid tersebut.
“Saya saat itu kebetulan naik motor nyari anak saya, kira-kira jam 10.00 malam saya udah khawatir,” kata Irshad.
Anaknya itu, katanya Irshad, masih kuliah di sebuah universitas. Irshad mencarinya ke beberapa tempat karena khawatir anaknya ikut demo.

“Saya nyari-nyari terus contact terus ‘kan anak saya sekolah kedokteran, dia kuliah di satu tempat. Nah di situ saya nyari-nyari anak saya belum pulang, katanya.
Hingga akhirnya Irshad memutuskan kembali pulang kearah Polsek Tanah Abang di tengah kerusuhan Demo, ia mencoba mencari jalan pulang yang sekiranya aman karena khawatir kena sasaran amuk massa.
“Akhirnya saya melihat di pom bensin banyak petugas, jadi saya belok kiri mau (ambil) jalan tikus, ternyata di situ ramai ada ambulans, ada orang pingsan naik motor kena gas air mata mungkin ya,” katanya.

“Saya belok kanan saya mau lihat ada apa kalau belok kanan, nggak tahunya di situ ada masjid itu, Masjid Al-Falah,” sambungnya.

Akhirnya Irshad masuk ke salah satu masjid yang pada saat itu ada keriuhan massa

“Waktu itu ya saya sampai salat tahajud dulu, terus ada yang kasih tahu ke saya itu katanya ada maling,” katanya.

Posisi Irshad pada saat itu di lantai atas dia kemudian kebawah menemui orang yang ternyata adalah Ninoy Karundeng.
“Kan saya nggak tahu ada apa kan di bawah, pengeroyokan juga cuma saya nggak tahu di mana kan saya nggak lihat,” tuturnya.

Irshad pada waktu itu mendapati Ninoy Yang sedang tidur kemuadian Irshad membangunkannya dengan cara menepis telinganya.
“Setelah ada bilang maling saya ke bawah, nah Ninoy lagi kayak tidur itu saya bangunin. Itu pagi udah subuh, saya nggak ingat jamnya. Jadi pas saya bangunin itu dia mungkin trauma atau gimana tanganya begini (nepis) saya mukul kena kupingnya, bukan mukul sih ya gak sadar lah gitu,” tambahnya.

 

Bantah Rancang Penganiayaan ke Ninoy

 

dalam kesempatan ini, Irshad membantah segala tudingan soal perancangan pembunuhan hingga provokasi massa terhadap relawan Jokowi Dodo tersebut. . “Oh saya bantah banget itu, saya bilang itu fitnah,” kata Irshad.

Irshad menyebut dirinya bersama orang-orang di dalam Mesjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, justru ia menyelamatkan Ninoy yang pada saat itu di amuk massa kaena tuduhan sebagai penyusup.

“Karena kan kita menyelamatkan dia juga, karena ‘kan dia punya anak ya ‘kan. Kalau kita mau, kita keluarin aja dia. Kalau mau eksekusi dia, kenapa nggak kita serahkan keluar (ke massa) aja kalau mau ya,” jelas Irshad.

 

Pria keturunan Pakistan tersebut mengklarifikasi soal ambulan yang di sebut disiapkan unutk mengangkut jenazah Ninoy. Menurutnya memang ambulan pada saat itu ada di masjid namun itu untuk mengangkut korban demo yang terkena gas air mata.

“Ini klarifikasi ya, kalau ambulans itu ada, bukan ambulans untuk eksekusi dia, bukan. Ambulans itu–(saya) ngomong waktu ada korban (demo) waktu ada ambulans–ini kan banyak berjatuhan korban gitu, oksigen juga kurang,” tuturnya.

 

Irshad membantah pernyataan Ninoy yang punya kendali atas massa ia mengaku tidak pernah memberi perintah apapun kepada massa.

 

 

“Kalau saya mau, itu saya suruh aja dia keluar, suruh orang–kalau saya berperan penting ya kan–bawa aja dia langsung ke sana, selesai gitu loh,” imbuh dia.

Sementara soal rencana untuk memenggal kepala Ninoy, juga dibantah oleh Irshad. Menurutnya, dia hanya mengingatkan Ninoy untuk berhati-hati.

“Saya cuma bilang awas nanti di luar, mungkin itu ada kapaknya ada apanya saya nggak tahu, gitu,” ucapnya.

 

( sumber : Detik.com )

 

 

 

 

[ndi]
Facebook Comments

Baca Juga!..

puting beliung

Angin Puting Beliung Di Sertai Hujan Deras Di Kecamatan Mandastana Kalsel

Bekasi-Bhatara, Hujan deras di sertai angin puting beliung di Kecamatan Mandastana, Kabuten Barito Kuala, Kalimantan ...

penyidik-kepolisian-saat-melakukan-olah-tkp

Asrama Maha SIswa Di Makasar DI Serang Orang Tak Di Kenal

  Bekasi-Bhatara, Dua asrama di makasar, Sulawesi selatan di serang orang tak di kenal menggunakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *