Home >> Nasional >> Ganjar Pranowo di Bawah Bayang-bayang Puan Maharani

Ganjar Pranowo di Bawah Bayang-bayang Puan Maharani

ganjar-dukung-pns-kerja-dari-rumah-asal_m_166962

Bekasi-Bhatara, Nama Gubernur Jawa Tengah menjadi calon Presiden unggulan lewat hasil survei Indikator Politik. Mengalahkan nama-nama beken seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno atau Agus Harimurti Yudhoyono.

Ganjar mendapatkan dukungan dari 18,7 persen responden. Prabowo di urutan kedua dengan 16,8 persen, Anies 14,4 persen, Sandiaga 8,8 persen.

Di bawah Sandiaga, ada nama Ridwan Kamil 7,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,2 persen, Khofifah Indar Parawansa 4,0 persen. Kemudian, Gatot Nurmantyo 1,4 persen, Mahfud MD 1,3 persen, Airlangga Hartarto 1,2 persen kemudian Puan Maarani 0,9 persen.

Menariknya, Ganjar merupakan sosok yang konsisten dalam survei. Elektabilitasnya terus menanjak dalam empat kali perhitungan survei.

Aktivitas politik Ganjar sebagai Gubernur menambah porsi pemberitaannya di media massa. Hal ini sejalan dengan elektoral sang gubernur yang terus naik pula.

Namun, tak mudah bagi Ganjar mendapatkan restu PDIP maju nyapres. Ganjar berada di bawah bayang-bayang Puan Maharani . PDIP disebut lebih menjagokan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di arena pemilu 2024.

Sejumlah survei mencoba mensimulasikan Prabowo-Puan menyusul gabungnya Gerinda  ke koalisi Jokokwi  dan mesranya hubungan dengan Megawati. Lembaga survei Indo Barometer memprediksi elektabilitas Prabowo-Prabowo cukup moncer bila dipasangkan.

“Karena pada saat bersamaan muncul dugaan publik bahwa Puan  juga sangat potensial maju. Bisa ada matahari kembar di internal PDIP,” kata pengamat politik Adi Prayitno saat dihubungi merdeka.com, Senin (26/10/2020).

Jalan Ganjar di Pemilu 2024 dinilai bakal berat. Lantaran dirinya dikaitkan beberapa persoalan hukum. Semisal, Ganjar sempat bolak balik KPK diperiksa kasus skandal Korupsi e-KTP. Namun, berkali-kali mantan pimpinan Komisi II DPR itu membantah menerima duit haram dari korupsi e-KTP tersebut.

“Ganjar walaupun sering muncul di survei, tetap agak berat untuk melaju di Pilpres. Karena ada persoalan dalam kasus e-KTP. Dalam kasus tersebut, Ganjar disebut-sebut oleh pihak lain terlibat. Itulah yang membuat langkah Ganjar sedikit berat,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Politican Review, Ujang Komarudin.

Menurut Ujang, kasus tersebut akan menjadi belenggu dan akan jadi senjata lawan politiknya. Namun, peluang Ganjar sebagai capres atau cawapres tetap ada.

“Tinggal bagaimana dia menaklukkan tantangan kasus tersebut agar tak terblow up lagi. Justru yang paling atas surveinya akan terus dibusuki lawan politik. Biasanya akan ‘dipenggal’ di tengah jalan,” tuturnya.

 

 

( Sumber : Merdeka.com )

 

 

 

 

[Nz]

 

Facebook Comments

Baca Juga!..

Mulai Hari ini, KRL Beroperasi Normal

Mulai Hari ini, KRL Beroperasi Normal

Jakarta – Bhatara, Mulai hari ini senin, 19 Oktober 2020, pengguna Transportasi Umum Kereta Api dapat ...

unnamed

Pembangunan MRT Fase II Terancam Mundur Karena Beberapa Faktor

Bekasi-Bhatara, Pembangunan MRT fase kedua terancam mengalami kemunduran akibat beberapa kendala dan risiko yang tinngi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *