Home >> Ekonomi >> Antisipasi Demo Buruh Dan Penyebaran Virus COVID-19

Antisipasi Demo Buruh Dan Penyebaran Virus COVID-19

demo-buruh-tolak-omnibus-law-cilaka-2

Bekasi-Bhatara, Aparat keamanan kini tengah melakukan persiapan untuk Mengantisipasi demo buruh penolakan Omnibus Law, Selasa (6/10/2020).
Jika demo ini terjadi bukan tidak mungkin resiko penularan viruas COVID-19 akan semakin membesar, Pihak kepolisianpun telah memberi peringatan agar para buruh tidak melakukan aksinya.
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, mengatakan “Polri tidak memberikan izin aksi demonstrasi atau kegiatan lainnya yang menyebabkan terjadinya kerumunan orang dengan tujuan mencegah penyebaran COVID. Ini juga sejalan dengan Maklumat Kapolri. Kami minta masyarakat untuk mematuhinya,” pada Senin (5/10/2020).
Jika demo ini benar terjadi maka resiko penularan virus COVID-19 kemungkinan akan menyebar dan membesar pasalnya saat melakukan aksi demo tidak akan memenuhi standar kesehatan.
Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengatakan bahwa jika ada satu atau dua orang dalam demo tersebut yang positif COVID-19dan tanpa sadar menularkan ke orang lain, ini bisa menimbulkan terjadinya klaster demo.
“Itu yang kita sebut sebagai klaster, (penularannya) pada kegiatan itu, ada satu dua orang yang terinfeksi kemudian menularkan ke banyak orang, itu yang kita sebut sebagai klaster,” kata Pandu , Selasa (6/10/2020) .
Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, mengatakan bahwa selama demo umumnya orang-orang akan sulit untuk memperhatikan protokol kesehatan, sehingga risiko penularan COVID-19 akan menjadi besar.
“Demo itu kan kumpul-kumpul, sulit jaga jarak, kemudian sebagian ada yang pakai masker, tapi sebagian kecil tidak pakai masker. Nah itu yang tidak pakai masker siap-siap menularkan COVID-19,” ucap dr Miko dalam wawancara terpisah.
Sementara itu, Pandu menjelaskan, meski nantinya demo dilakukan saat cuaca sedang panas, itu tidak akan mengurangi risiko paparan COVID-19.
“Panas-panas kan (itu) udaranya, orangnya nggak panas, orang dia hidup dalam orang, virusnya kan di dalam orang,” jelasnya.
“Apalagi pakai teriak-teriak itu kan ada semburan-semburan (droplet),” tuturnya

(Sumber : Detik. Com )
[Ndi]

Facebook Comments

Baca Juga!..

pemancingan_liar_di_cipinang_melayu_dibongkar

Menghambat Aliran Air, Pemkot Bongkar Tempat Pemancingan Liar

Bekasi-Bhatara, Cegah Banjir  Dua tempat Pemancingan liar yang di anggap menghambat aliran air di Kali ...

plts

PT Bukit Asam Akan Membangun PLTS Di Lahan Bekas Tambang

Bekasi-Bhatara, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan terdapat potensi energi dari lahan bekas tambang di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *