Home >> Peristiwa >> 2 Satpam Dipenjara Karna Tak Sengaja Menghilangkan Nyawa Terduga Pencuri Yang Masuk Daerah Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara Karna Tak Sengaja Menghilangkan Nyawa Terduga Pencuri Yang Masuk Daerah Obyek Vital Negara

Gavel and scales
Gavel and scales

Bekasi-Bhatara, Tak sengaja membunuh terduga pencuri yang masuk wilayah obyek vital negara 2 satpam di vonis penjara. Eko Sulistiyono dan Effendi Putra, satpam yang patroli memergoki seseorang yang masuk daerah ebyek vital itu kemudian 2 satpam  mencoba untuk memberi peringatan untuk keluar dari Kawasan Pelabuhan Teluk Buyur.

Eko divonis 1 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Effendi Putra divonis 4 tahun 6 bulan penjara saat sidang yang digelar pada Selasa (20/10/2020).

Pembunuhan yang melibatkan dua satpam tersebut terjadi pada 1 Januari 2020 lalu.

Saat itu Eko dan Effendi melakukan patroli di dermaga VII Pelabuhan Teluk Bayur dan memergoki Adek Firdaus masuk ke area obyek vital negara.

Kemudian dua satpam tersebut meminta Adek Firdaus untuk keluar area tersebut. Namun Adek malah masuk ke mess PT CSK Dermaga Beton Umum.

Lagi-lagi, Adek Firdaus diminta untuk segera meninggalkan lokasi oleh kedua satpam tersebut.

Namun ia menolak. Dengan emosi ia mengeluarkan pisau dan menyerang Eko dan Effendi.

Mereka pun berkelahi dan pisau yang dibawa Adek Firdaus untuk menyerang dua satpam tersebut terlepas. Pisau tersebut kemudian diambil oleh salah satu satpam.

Perkelahian tak berhenti di situ. Adek Firdaus kemudian mengeluarkan golok yang ia simpan di pinggangnya dan kembali menyerang dua satpam di obyek vital tersebut.

Karena diserang, Effendi secara spontan menusukkan pisau rampasan yang ia pegang ke paha dan dada Adek Firdaus.

Terduga pencuri tersebut kemudian meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit karena mengeluarkan banyak darah.

2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara Lakukan banding Sementara itu, penasehat hukum dua satpam tersebut memutuskan untuk melakukan banding karena menilai putusan hakim tidak adil.

Ia mengatakan pembunuhan tersebut dilakukan tak sengaja dan kedua terdakwa membela diri saat bertugas menjaga keamanan di lokasi obyek vital.

“Kami tidak puas dengan putusan ini. Dalam hukum pidana juga kita tidak hanya melihat bagaimana matinya orang, tapi bagaimana kronologis seseorang itu bisa mati,” katanya.

Seorang Oknum Satpam Ditangkap Sementara itu salah satu rekan seprofesi terdakwa mengatakan jika kedua terdakwa hanya menjalankan tugas untuk melindungi keamanan di kawasan yang menjadi tanggungjawabnya.

“Kami merupakan perpanjangan tangan kepolisian untuk menjaga keamanan, kami menjaga aset negara, rekan kami dikorbankan,” katanya. Sementara itu istri terdakwa yang hadir dalam persidangan tersebut histeris mendengar putusan dari majelis hakim.

Ketika Satpam Geruduk Pengontrak yang Jual Mobil di Perumahan… Bahkan, sang istri sempat terlihat jatuh pingsan. Mereka menilai putusan tersebut tidak adil karena suaminya saat kejadian itu hanya berusaha membela diri demi menjalankan tugas untuk menjaga keamanan aset negara.

“Suami saya saat bertugas itu menjaga aset negara,” kata istri Effendi.

 

 

( Sumber : Kompas.com )

 

 

 

 

 

[Nz]
Facebook Comments

Baca Juga!..

2-orang-yang-dikeroyok-rombongan-motor-gede-ternyata-anggota-intel-kodim-wnb

Viral Dimedsos, Dua Anggota TNI Di Keroyok Klub Motor Di Bukittinggi

Bekasi-Bhatara, Dalam Video yang viral di Media Sosial menunjukkan 2 anggota TNI jadi korban pengeroyokan ...

gunung merapi

Aktivitas Gunung Merapi Meninggkat, Warga Diminta Waspada

Bekasi-Bhatara, Masyarakat dan wisatawan di himbau untuk mengosongkan aktivitas dalam jarak radius 3 kilometer, Berdasarkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *