Home >> Pendidikan >> Unjuk Rasa Penolakan ke Dinas Pendidikan Bekasi

Unjuk Rasa Penolakan ke Dinas Pendidikan Bekasi

Ini Alasan Disdik Kota Bekasi Merger 4 SDN di Kranji yang Ditolak Murid dan Orangtua Murid

Bekasi-Bhatara, Puluhan murid dan wali murid dari SDN 010 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi menggelar unjuk rasa menolak sekolahnya dimerger dengan sekolah lain, Jumat (5/7) siang.

Tidak hanya berunjuk rasa, mereka juga melakukan petisi tanda tangan dan spanduknya dibentangkan di sekolah yang terletak di Jalan Mangga Raya Perumnas I, Kelurahan Kranji.

Melansir WartaKotaLive, Ketua Komite SDN 010 Kranji, Utami (42) menyampaikan ada beberapa alasan pihak orangtua menolak usulan penggabungan sekolah tersebut. Alasan pertama karena SDN 10 akan digabungan dengan tiga sekolah lain yakni SDN 06, 07 dan 014.

dia menunturkan, jumlah murid di SDN 010 saja sudah banyak mencapai 360 orang, sehingga bila digabungkan dengan SDN 06, 07 dan 014 dikhawatirkan materi yang diterima murid tidak akan maksimal.

Kedua, sarana dan prasarana yang sudah ada di SDN 010 juga lebih memadai serta prestasi yang ditorehkan oleh para muridnya juga cukup banyak.

“Untuk lokasi jarak tidak kami persoalkan, karena berada di satu lingkungan yang sama namun hanya berbeda beberapa meter saja,” jelasnya pada Jumat (5/7).

Utami menjawab, alasan lain penolakan penggabungan itu juga tidak sesuai dengan aturan. Salah satunya adalah rencana penggabungan sekolah biasanya dilakukan bila jumlah murid di bawah 200 orang namun faktanya SDN 010 justru terdapat 360 murid yang terdiri dari 12 rombongan belajar.

“Setiap kelas kita memiliki dua ruang kelas, semua siswanya banyak,” 

“Tidak hanya itu, kami juga telah berkontribusi banyak untuk sekolah misalnya untuk pembangunan musolah, pagar dan sebagainya,” Ujar Utami.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatulah menyatakan bakal memberi penjelasan kepada orangtua SDN 010 Kranji ihwal rencana penggabungan sekolah tersebut dengan sekolah lain. Rencana penggabungan itu sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 414.2/Kep.486-Disdik/XII/2018.

“Penggabungan SDN 010 dengan SDN 06, 07 dan 014 yang ada di wilayah setempat telah melewati kajian, sehingga keluar putusan untuk menggabungkan sekolah tersebut,” jelas Inayatulah. Alasan penggabungan empat SDN itu karena pemerintah daerah akan membentuk unit sekolah baru (USB) jenjang SMPN, yakni SMPN 52. Kata dia, bangunan bekas SDN 010 nantinya akan dialihkan untuk SMPN 52 yang tahun ini baru dibentuk Pemerintah Kota Bekasi.

“Gedungnya (SDN 010) tetap kita pakai jadi SMPN 52, bahkan murid lulusan SDN 010 tetap bisa mengenyam pendidikan di sana dengan mendaftar dalam proses PPDB,” tambah Kadis. Pendidikan Bekasi tersebut.

 

(mncs)

 

Image Source :Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri

Facebook Comments

Baca Juga!..

download

Tak Hanya Untuk PPDB, Itu Tujuan Zonasi

Bogor-Bhatara, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud) Didik Suhardi mengungkapkan bahwa sistem zonasi ...

Presiden-Jokowi-saat-menghadiri-acara-Apresiasi-Kebangsaan-Siswa-Indonesia-di-Bogor

Presiden : Kita Bangsa Besar, Masa 5 Tahun Sekali Ribut Terus ???

Bhatara, Direktorat Pembinaan SMA dan SMK Kemendikbud menggelar acara Apresiasi Kebangsaan Siswa/Siswi Indonesia (AKSI) 2018 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *